Boku no Kokoro Yabai Yatsu Season 2




 Cerpen: Langkah Kecil Kita

Musim panas baru saja dimulai. Di perpustakaan sekolah, Ichikawa masih setia duduk di kursi pojoknya. Buku tebal terbuka di depannya, tapi pikirannya melayang entah ke mana.

Sejak akhir semester lalu, hubungannya dengan Yamada semakin dekat. Gadis itu bukan lagi hanya model populer yang ia kagumi diam-diam. Sekarang, Yamada sering menunggu Ichikawa pulang bersama, bahkan tak segan menggandeng lengannya ketika jalan di luar sekolah.

“Kyoutarou, kamu dengerin aku nggak sih?” suara riang Yamada memecah lamunan. Ia sedang mengunyah roti manis, remahannya jatuh di meja.

Ichikawa mendesah kecil, lalu menyerahkan tisu. “Kamu selalu bikin berantakan.”
Yamada tersenyum lebar. “Tapi kamu selalu ada buat beresin, kan?”

Ichikawa menunduk, wajahnya memerah. Ia benci bagaimana Yamada bisa dengan mudah membuat dadanya berdebar.

Hari itu, Yamada mengajaknya melihat festival musim panas. Ichikawa awalnya ragu—keramaian bukan tempat yang ia sukai. Namun, ketika melihat mata Yamada berbinar penuh harap, ia tak kuasa menolak.

Malam festival pun tiba. Lampion berwarna-warni menghiasi jalan. Yamada mengenakan yukata biru muda dengan motif bunga. Rambutnya digelung rapi, membuatnya terlihat lebih dewasa. Ichikawa hampir kehilangan kata-kata.

“Bagus nggak?” tanya Yamada sambil berputar pelan.
Ichikawa menelan ludah. “…Biasa aja.”
Padahal, dalam hatinya, ia ingin berkata: Kamu terlihat sangat cantik.

Mereka berjalan berdua, mencoba permainan di stan, membeli takoyaki, dan tertawa bersama. Saat kembang api mulai meledak di langit, Yamada berbisik, “Aku senang bisa bareng kamu, Kyoutarou.”

Ichikawa menoleh, mendapati wajah Yamada diterangi cahaya merah dan emas dari kembang api. Hatinya bergetar. Untuk pertama kalinya, ia mengumpulkan keberanian.

“Aku juga… senang sama kamu,” ujarnya pelan.

Yamada terdiam sejenak, lalu tersenyum manis. “Itu artinya kita sama, ya.”

Malam itu, di bawah kembang api, Ichikawa sadar—masa remajanya yang penuh keraguan telah berubah. Bersama Yamada, ia mulai melangkah ke dunia yang lebih luas, dengan perasaan yang perlahan tumbuh menjadi cinta.


Amanat:
Kedewasaan tidak datang sekaligus. Ia tumbuh sedikit demi sedikit, lewat keberanian kecil untuk mengakui perasaan, menjaga orang lain, dan melangkah bersama.


Komentar

Postingan Populer